BerIslam dengan tanpa simbol-simbol

ketika dijaman kholifah sudah banyak sekali aliran-aliran yang tumbuh, baik itu syiah khawarij murjiah atau sunni sekalipun,dan sayangnya hal ini di wariskan sampe sekarang, banyak sekali aliran-aliran agama walaupun itu mungkin bagian dari fakta sosial dari pemahaman suatu agama, di yakini atau tidak orang menggunakan methode berbeda2 dalam memahami agama, baik itu methode tekstualis metode kontekstualis maupun relais progresif, ini di dasarkan dari fakta-fakta bahwa setiap orang memiliki pemahaman yang berbeda-beda tergantung dari proses belajar seseorang di dalam khidupnya, pemahaman secara tekstualis tidak bisa di salahkan, begitu juga yang memahami secara kontekstual, mereka memiliki argumen sendiri-sendiri, memahami agama secara global dan meneropong dari jauh akan membuat mata kita terbuka bahwa sesungguhnya pemahaman adalah bagian dari keanekaragaman atau pluralistik dari serba-serbi keislaman seseorang, berislam dengan tidak menggunakan simbul adalah sebuah bentuk pemahaman bahwa fakta keanekaragaman pemahaman tentang islam hendaknya menjadi sebuah kekuatan yang bisa mendorong islam pada substansi yang di ajarkan yaitu rohmatan lil alamin, ada substansi yang harusnya lebih di tekankan untuk di perjuangkan semisal tentang kesejahteraan, pendidikan, kemiskinan, kesehatan dan lain-lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: